{"id":2754,"date":"2018-04-09T08:43:50","date_gmt":"2018-04-09T08:43:50","guid":{"rendered":"http:\/\/pn-takengon.go.id\/pnbaru\/?p=2754"},"modified":"2018-04-13T07:07:28","modified_gmt":"2018-04-13T07:07:28","slug":"dharmayukti-karini-cabang-takengon-menyambut-hari-kartini","status":"publish","type":"post","link":"http:\/\/pn-takengon.go.id\/pnbaru\/dharmayukti-karini-cabang-takengon-menyambut-hari-kartini\/","title":{"rendered":"DHARMAYUKTI KARINI CABANG TAKENGON MENYAMBUT HARI KARTINI"},"content":{"rendered":"<p>&nbsp;<\/p>\n<p><a href=\"http:\/\/pn-takengon.go.id\/pnbaru\/tkn\/uploads\/2018\/04\/1.jpeg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-2755 size-full\" src=\"http:\/\/pn-takengon.go.id\/pnbaru\/tkn\/uploads\/2018\/04\/1.jpeg\" alt=\"\" width=\"960\" height=\"1280\" \/><\/a>Takengon, 6 April 2018 Dalam rangka menyambut Hari Kartini yang jatuh pada tanggal 21 April 2018,\u00a0Dharmayukti Karini Cabang Takengon mengadakan acara demo masak dengan mengenakan kebaya di Mahkamah Syar&#8217;iyah Takengon. kegiatan ini dimaksudkan untuk memupuk rasa persatuan antara para\u00a0Dharmayukti Karini Cabang Takengon dan mengingat perjuangan R. A. Kartini dalam memperjuangkan nasib perempuan agar mendapat kesetaraan terkait gender.<a href=\"http:\/\/pn-takengon.go.id\/pnbaru\/tkn\/uploads\/2018\/04\/6.jpeg\"><br \/>\n<img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-2760 size-large\" src=\"http:\/\/pn-takengon.go.id\/pnbaru\/tkn\/uploads\/2018\/04\/6-768x1024.jpeg\" alt=\"\" width=\"768\" height=\"1024\" srcset=\"http:\/\/pn-takengon.go.id\/pnbaru\/tkn\/uploads\/2018\/04\/6-768x1024.jpeg 768w, http:\/\/pn-takengon.go.id\/pnbaru\/tkn\/uploads\/2018\/04\/6-225x300.jpeg 225w, http:\/\/pn-takengon.go.id\/pnbaru\/tkn\/uploads\/2018\/04\/6.jpeg 960w\" sizes=\"auto, (max-width: 768px) 100vw, 768px\" \/><\/a><\/p>\n<p>Kesetaraan gender adalah pembagian peran kedudukan dan tugas antara laki-laki dan perempuan secara setara tanpa ada pembedaan. Hal inilah yang tidak ada pada masa lalu ketika perempuan tidak dibolehkan atau memiliki tugas yang sama seperti laki-laki. Terdapat pembagian kelas antara laki-laki dan perempuan. Laki-laki sebagai kelas satu dan perempuan dijadikan kelas kedua.<\/p>\n<p>Perjuangan R.A. Kartini menjadi salah satu tonggak utama dalam perjuangan kesetaraan gender di Indonesia. Tanpa adanya perjuangan dari\u00a0R.A. Kartini\u00a0 bukan tidak mungkin kaum perempuan akan terus menjadi kelas kedua di Indonesia sampai saat ini. Maka wajar jika perjuangan ini di peringati dan terus dikenang oleh bangsa Indonesia.\u00a0<a href=\"http:\/\/pn-takengon.go.id\/pnbaru\/tkn\/uploads\/2018\/04\/3.jpeg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignleft wp-image-2757 size-large\" src=\"http:\/\/pn-takengon.go.id\/pnbaru\/tkn\/uploads\/2018\/04\/3-1024x768.jpeg\" alt=\"\" width=\"1024\" height=\"768\" \/><\/a><\/p>\n<p>Dimasa sekarang untuk memperingati perjuangan R. A. Kartini tidak harus dengan perjuangan fisik ataupun perjuangan secara intelektual, hal ini dikarenakan kesetaraan gender sudah terjadi di Indonesia. Dimana tidak ada lagi pembagian kelas antara laki-laki dan perempuan. Kegiatan masak-memasak antara para\u00a0Dharmayukti Karini Cabang Takengon merupakan salah satu cara untuk memperingati perjuangan R.A. Kartini,\u00a0 terdapat juga nilai-nilai positif dalam kegiatan ini yakni adalah semangat kebersamaan dalam menciptakan persatuan dan kesatuan antara Dharmayukti Karini Cabang Takengon. Sedangkan penggunaan kebaya merupakan pakaian khas dari\u00a0 perempuan Indonesia yang harus terus dijaga agar tidak tergerus perkembangan zaman. \/(hs)<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>&nbsp; Takengon, 6 April 2018 Dalam rangka menyambut Hari Kartini yang jatuh pada tanggal 21 April 2018,\u00a0Dharmayukti Karini Cabang Takengon mengadakan acara demo masak dengan mengenakan kebaya di Mahkamah Syar&#8217;iyah Takengon. kegiatan ini dimaksudkan untuk memupuk rasa persatuan antara para\u00a0Dharmayukti Karini Cabang Takengon dan mengingat perjuangan R. A. Kartini dalam memperjuangkan nasib perempuan agar mendapat [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_bbp_topic_count":0,"_bbp_reply_count":0,"_bbp_total_topic_count":0,"_bbp_total_reply_count":0,"_bbp_voice_count":0,"_bbp_anonymous_reply_count":0,"_bbp_topic_count_hidden":0,"_bbp_reply_count_hidden":0,"_bbp_forum_subforum_count":0,"footnotes":""},"categories":[39,44],"tags":[],"class_list":["post-2754","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-pn-takengon","category-berita-terkini"],"_links":{"self":[{"href":"http:\/\/pn-takengon.go.id\/pnbaru\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2754","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"http:\/\/pn-takengon.go.id\/pnbaru\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"http:\/\/pn-takengon.go.id\/pnbaru\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/pn-takengon.go.id\/pnbaru\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/pn-takengon.go.id\/pnbaru\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2754"}],"version-history":[{"count":5,"href":"http:\/\/pn-takengon.go.id\/pnbaru\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2754\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2770,"href":"http:\/\/pn-takengon.go.id\/pnbaru\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2754\/revisions\/2770"}],"wp:attachment":[{"href":"http:\/\/pn-takengon.go.id\/pnbaru\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2754"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"http:\/\/pn-takengon.go.id\/pnbaru\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2754"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"http:\/\/pn-takengon.go.id\/pnbaru\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2754"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}